Umat Allah SWT sering Onar

Buat semua sahabat muslim yg terkasih, mhn bantuan pencerahan atas apa yg saya selidiki/ pelajari dari berbagai hal mulai dari Taurat/Injil (Bible), Aqidah, Qur’an, Tafsir, Hadits, Fiqh dan hal lainnya yang berhubungan dgn dunia islam dgn hasil di bawah ini..

Semakin saya perdalam antara Injil (Bible) dan Quran semakin banyak pertanyaan dari rincian kejanggalan yang saya dapat, se-olah2 sosok  Muhammad makin terlihat (maaf) bodoh, sepertinya dia tidak tahu bagaimana karakter TUHANNYA para nabi2 terdahulu, akibatnya Muhammad mencipta “Tuhan baru” yg karakternya sama sekali BEDA dari TUHANNYA para nabi2 tersebut.

Please.., batulah, bimbinglah dan cerahkanlah tentang apa yg saya dapat dalam Injil (Bible), Quran dan Hadist..

Semakin serius dipelajari/ diperdalam, semakin di temukan banyak perbedaan, sehingga saya menduga bhw Tuhannya Muhammad bukanlah Tuhannya para NABI.

1) Mengapa Allah SWT sering membuat pengulangan pernyataan ingin disembah, bahkan minta disholati menghadap Kabah hingga 50 kali sehari sebelum ditawar Muhammad yg kini jadi 5 kali, padahal Tuhan dalam Bibel menjadikan LANGIT sebagai simbol TAKHTA kediamanNya, hingga  dapat disembah tanpa arah kiblet dan tidak narsis untuk gila disembah.

2) Pernyataan Allah SWT dlm Quran sering memuji-muji diri sendiri, bersumpah demi benda ciptaan dan memakai kata ganti “kami” saat bicara kpd manusia, padahal jelas2 Tuhan dlm Bibel tidak memuji-muji diriNya, dan jika bersumpah ucapanNya konsisten demi diriNya sendiri. Tuhan dalam Bibel slalu konsisten dgn kata “AKU” utk menyebut diriNya ketika berfirman kpd manusia.

3) Tuhan dalam kisah Taurad/Injil (Bibel) slalu bertindak adil dan bijaksana, bila nabi2nya berbuat dosa, maka Tuhan tetap akan menghukumnya. Tapi mengapa Allah SWT menjadi pembela  berbagai kejahatan Muhammad yg terbukti suka kawin, berperang, menjarah, mengawini bocah ingusan, memperkosa wanita tawanan, menyetubuhi wanita yg suaminya di bunuh dan kejahatan2 lainnya.

4) Allah SWT bergantung pada Muhammad yg akibat perlakuannya se-olah2 menempatkan diri sederajat dengan nabi dan tdk konsisten, sangat beda dgn Tuhan dalam Taurad/Injil yg tidak pernah mnempatkan diriNya sederajat dgn nabi2 utusanNya, bahkan Tuhan dalam Bibel keberadaanNya independent dan konsisten, tidak sangat bergantung pada keberadaan utusanNya.

5) Tidak sepatutnya Allah SWT bangga menyebut diri sebagai KHAIRU MAKERIIN (RAJA TIPU TERLIHAI) yg berakibat MENYESATKAN MANUSIA, dan tdk sepatutnya benci Yahudi/Kristen tapi “memuliakan” bangsa Arab, padahal Tuhan dalam Taurat/Injil mengasihi sesama umat Manusia dan sangat membenci sifat tipu-menipu.

6) Karena dlm Bibel Tuhan sering mengucapkan bhw Dia mempunyai anak, lantas Allah SWT menegaskan/ mengakui tidak punya anak, hal ini mengerdilkan Tuhan yang Maha Kuasa dan sangat keliru bhw Allah SWT harus berhubungan seks lebih dulu kalau ingin punya anak (QS 6:101), Tuhan dalam Bibel bisa punya anak (menjelma jadi manusia) tanpa melalui hubungan seks

7) Allah SWT menempatkan Adam pertama kali di surga dan kemudian menurunkannya di Padang Arafah Semenanjung Arabia, Tuhan dlm Bibel mnempatkan Adam pertama kali di Taman Eden yg berlokasi di bumi, bukan di surga. Dan anehnya lagi, Ismael disebut sebagai nabinya, padahal dlm Bibel tiada satu kalipun menyebut Ismael sebagai nabiNya.

8) Tuhan dlm Bibel adalah PENOLONG manusia yg tahu segala bahasa bangsa2 tanpa pakai TOA (speaker) dan bukan harus ditolong oleh pemujanya lewat JIHAD sambil triak2 (hysteris) karena dari ajaran ayat Quran tulisan Arab (mirip cacing kremi), ini sama saja dgn tuhan bohongan (rekaan) yg doyan promo minta ditolong, Tuhan dlm Bibel adalah Tuhan yg nyata dan sanggup hadir dlm sejarah membantu smua nabi2 (maaf, bukan nabi Arab) dan umatNya.

9) Kitab Taurat, Zabur dan Injil bukan Kitab suci yg di turunkan langsung oleh Tuhan dalam Bibel, jelas Tuhan tidak menurunkan kitab suci apapun. Tapi Allah SWT menurunkan kitab suci (Taurat, Zabur, Injil, Quran), dan bahkan special Quran di turunkan oleh Auloh via Malaikat Jibril (tanpa saksi) untuk diberikan kpd Muhammad sebagai Kitab special Islam yg dikasihi,  paling benar dan umat pilihan Auloh.

10) Yg lebih mbingungkan bhw Muhammad menyebut dirinya rasul sewaktu di Mekkah, dan menyebut dirinya nabi sewaktu bertemu orang2 Yahudi di Medinah, krn Muhammad tdk paham apa itu rasul dan apa itu nabi menurut tradisi Samawi. Nabi adalah utusan Tuhan, sedangkan Rasul adalah utusan Yesus. Keduanya membawa misi yang berbeda. Nabi bertugas menyampaikan Firman Tuhan, sedangkan Rasul bertugas memberitakan Injil.
Rupanya swaktu di Mekkah Muhammad mendengar istilah “rasul” dari pendeta Waraqa, krn Waraqa menerjemahkan kitab Perjanjian Baru ke dlm bahasa Arab dan pasti Waraqa sering menyebut istilah itu dlm kotbah2nya. Dan istilah “nabi” dia ketahui dari orang2 Anshar Medinah sewaktu ia berjumpa orang2 itu di Aqabah. Orang2 Anshar tersebut memberitahu Muhammad kalau orang2 Yahudi Medinah sedang menanti-nantikan kedatangan seorang nabi yg dijanjikan Tuhan mereka, maka sejak itu pula Muhammad mengklaim dirinya juga sebagai “nabi”, walau di Mekkah dia mengaku dirinya “rasul”.

Di Kitab Taurat bilang bhw Israel umat pilihan Allah, tapi kok di Quran bilang Yahudi/Kristen (Nasrani, Israel, Amerika dan negara eropa lainnya) itu musuh yg patut di perangi umat Alloh..?
Di Kitab Taurat bilang bhw hukum utama Allah dan yg terutama dlm Taurad adalah 10 hukum yg di trima nabi Musa, bahkan dlm Kitab Injil oleh Isa Al Masih dibuat lebih detail tentang implementasi Kasih terhadap sesama Manusia sebagai perwujudan bhw Allah itu Kasih, tapi kok di Quran hilang dan hanya mencatut kisah Nabi Musa membelah laut saja..?
Banyak pihak muslim yg ingin memaksakan bhw di Quran juga ada, terbukti saat saya menanyakan 10 Hukum Taurat kpd ustad/ulama, rata2 jawaban mreka ambil dari ayat pemanis yg lompat2 dan sangat lucu.., krn ditulis dlm ayat2 yg berbeda termasuk situasi dan waktunya (bukan urutan 10 Hukum yg Allah brikan kpd Musa di Gunung Sinai).
Tidak terdapat sedikitpun kata “10 HUKUM TAURAT MUSA” di ayat itu. Hehehe.., kalau cuman ngomong comot sana-sini siapa aja bisa tapi mreka tdk sadar perlakuan itu membuka aib bagi Quran sendiri.

Di Quran juga banyak mencatut atau nyadur kisah2 Isa, tapi kok lahirnya Isa brubah di pohon korma, yg di salib kok dipalsukan, jabatan Isa kok brubah jadi nabi, Isa kok jadi muslim, ajaran kasih yg disampaikan Isa atas peninggalan 10 hukum Taurad Musa knapa hilang dan nggak skalian di catut, bukankah nabi Arab menyatakan kitabnya adalah penyempurna kitab2 terdahulu..?
Lhooo.., yg disempurnakan yg mana sihh..?

Saat lahir Isa Al Masih khan ada orang majus (ahli bintang) dlm siratan Injil..? Trus mengapa di Quran hilang, alias tdk mengisahkan ahli bintang (org majus), lhoo katanya penyempurna…
Sebenernya yg ada duluan Injil atau Quran sihh, atau krn injil duluan keluar lantas demi memperjelas kenabian Muhammad mending di kabarkan telah di palsukan..?
Jika tersirat bhw kitab2 trdahulu telah banyak yg di palsukan, wahhh brarti Allah nggak Maha Kuasa menjaga firmanNya dong..?

Juga mohon dgn hormat pencerahannya tentang mengapa seluruh nabi2 dlm kitab Taurad/Injil (kitab2 terdahulu) yg di pilih Allah adalah orang Yahudi, dibarengi lagi dgn tegas Isa Al Masih mengatakan bhw setelah kebangkitanNya ke surga akan banyak muncul nabi2 palsu..
ehhh.. ternyata apa yg dikatakanNya benar, tiba2 saja ada seorang pedagang yg hobby perang keluar dari gua Hira membawa kitab yg katanya asli dari Auloh via malaikat Jibril, yg anehnya lagi.., ternyata yg mengaku nabi ini bukan orang Yahudi tapi mantan pedagang dari Arab, bahkan dalam Quran menyiratkan permusuham kpd Yahudi/Kristen..

Lebih bingung lagi di benak/pikiran saya saat terjadinya kasus Ahmadiyah, umat pendukung ajaran nabi Arab ini sangat tersinggung dan bahkan sempat terjadi tragedi kemanusiaan yg sangat memilukan, apapun pasalnya demi membela Islam kaum muslim fanatik rela berperang, hingga pertumpahan darah pun terjadi.. Muslim beringas mengikuti ayat Quran yg menyatakan “bagi kafir (musuh Islam) halal darahnya di tumpahkan..”..
Padahal dlm Hukum Taurat tertulis ”JANGAN MEMBUNUH”, tdk ada alasan apapun yg mengizinkan manusia utk membunuh. Sejarah para Nabi dan siapapun, tidak akan menjadi alat pembenaran terhadap alasan untuk membunuh.
Allah berfirman, jangan membunuh titik. Tidak ada kata2 keterangan yg menyertai kalimat itu misalnya ‘kecuali, …..’ shingga ajaran agama dan polemik jihad sbagai alasan mbunuh sangat melanggar Firman Allah.

Kadang terpikir kalau muslim smakin menghayati dan menjalankan Quran, maka akan semakin “baik/taat” (fanatik) muslim tersebut, dlm artian smakin sering membunuh dgn bom, semakin mbenci Nasrani, Yahudi, Buddha, Hindu dll.

Saya sihh senangnya sama muslim “yg tidak baik” (muslim KTP) yaitu yg cinta damai, toleransi, menghargai umat lain dan yg menganggap printah perang Mohammed si nabi Arab hanya berlaku pada zaman perang abad ke tujuh..

Saudara saudari muslim yg terkasih,
Pendapat saya bhw terlepas kitab itu bener atau salah, nggak bakal menghapus kenyataan bhw Quran hanya bisa berlaku pada jaman Muhammad saja..

Alasan saya ini karena….,
Jaman muhammad di Arab memang ada perbudakan dan tidak mungkin sekarang ini kita dapat memperbudak manusia, dijamin masuk penjara deh..

Jaman muhammad, membunuh di ridhoi awloh, tapi coba sekarang kamu nowel orang sembarangan, waooo.. bisa2 di tuntut dgn pasal pelecehan seksual..

Jaman muhammad, merampok orang lain, asal kamu muslim maka halal di mata Auloh, tapi coba sekarang kamu merapok udah pasti ada hukumannya, bahkan bisa hukuman mati..

Jaman muhammad kawin sama anak 6 tahun atau bocah ingusan, juga istri banyak di anggap pantas, bahkan di ridhoi Auloh, nahh kalo sekarang ada yg berani kawinin boca bisa2 bisa masuk Metro TV dan kena tuntutan pedophilia..

Hhmmm.. kalo emang Quran sempurna tanpa syarat, Auloh ngga bakal cantumin penghalalan atas tindak kriminal kedalam kitab suci dong..? Biasanya jawaban muslim jika saya mengungkapkan hal ini, kan jamannya muhammad begini begitu bla 3x.., tapi smua bisa di patahkan dgn satu pernyataan..

Jikalau Auloh Maha Tahu, pasti dia ngga bakalan taruh ayat sembarangan, dia tahu kalau jaman akan berubah…, tapi sepertinya Auloh tdk tahu dan tak berdaya apa2, sebab muhammad si nabi Arab kok tega2nya harus ngerampok utk menghidupi diri, bahkan memperkosa tawanan untuk menyenangkan diri..

Dlm benak/ pikiran ini semakin mempertanyakan benarkah Muhammad seorang nabi.?
Dia masuk ke gua hira (bahkan katanya sendirian), ngaku bertemu Jibril… (tanpa ada saksi), ngaku mendapatkan hidayah/Quran…. (lagi2 tdk ada saksi), dan hidayah tersebut diakui dari Alloh STW…
Hhmm siapakah Auloh SWT ini..? Apakah ini hanya karangan Muhammad…? Keluar dari gua hira “sim-salabim” ngaku sebagai kanjeng nabi, bahkan Auloh SWT bersumpah lagi…. (duhh.. jd ingat2 yg dilakukan Lia Eden, Ahmadiyah)
Muhammad mendirikan agama dgn mengira bhw nabi Musa adalah pendiri agama Yahudi dan Isa Al Masih yg oleh Quran dijuluki nabi adalah pendiri agama Kristen, padahal tidak ada nabi2 yg mendirikan agama.

Ok, mohon dengan sangat dan kerendahan hati untuk direnungkan sejenak tentang apa yg saya sampaikan, dan besar harapan akan mendapat pencerahan, nasihat, saran2 dari saudara-saudari sekalian, terimakasih.

Wasallam..!

5 thoughts on “Umat Allah SWT sering Onar

  1. Pengakuan Muhammad bhw dirinya nabi palsu terbukti sejak wanita Yahudi meracuninya:

    [Tabaqat Ibn Sa’d halaman 249]
    Wanita Yahudi yang meracuni Muhammad berkata, “Aku ingin tahu apakah kau benar-benar seorang nabi, yang jika memang benar maka racun ini tidak akan mengganggumu, dan jika kau ternyata seorang nabi palsu, maka aku akan dapat membebaskan masyarakat dari dirimu.”

    Urat nadi terpotong sebagai bukti Muhammad nabi palsu:
    [Qs. 69:44-47]
    [44] Seandainya dia (Muhammad) mengada-adakan sebagian perkataan atas (nama) Kami,
    [45] Niscaya benar-benar kami pegang dia pada tangan kanannya.
    [46] Kemudian benar-benar Kami potong urat tali jantungnya.
    [47] Maka sekali-kali tidak ada seorang pun dari kamu yang dapat menghalangi (Kami), dari pemotongan urat nadi itu.

    Akhirnya Muhammad mengakui bahwa dirinya seorang nabi palsu:
    [Hadis Sahih Bukhari Volume 5, Book 59, Number 713]
    Dikisahkan oleh Aisha:
    Pada waktu sakitnya sebelum dia mati, sang Nabi sering mengatakan, “Wahai Aisha! Aku masih merasa kesakitan karena daging yang kumakan di Khaybar, dan sekarang aku merasa urat nadiku dipotong oleh racun itu.”

    [Tabaqat Ibn Sa’d, halaman 252]
    Rasul Allah hidup sampai tiga tahun setelah itu sampai racun itu menyebabkan rasa sakit sehingga ia wafat. Selama sakitnya dia biasa berkata, “Aku tidak pernah berhenti mengamati akibat dari daging (beracun) yang kumakan di Khaibar dan aku menderita beberapa kali (dari akibat racun itu) tapi sekarang kurasa tiba saatnya batang nadiku terputus.”

    Walaupun ada spekulasi dari pihak sejarawan Islam sendiri, kalau Muhammad mati akibat racun yg diberikan oleh Aisyah dan Hafsah, tetap tidak menyangkal fakta bahwa Muhammad adalah nabi palsu karena dia mati terkena racun. (sesuai dgn Yeremia 23:15)

    [Tafsirul Iyasy 1/200, karya Muhammad bin Mahmud bin Iyasy]
    Abu Abdillah Ja’far Ash Shidiq rahimahullah pernah berkata: “Tahukah kalian apakah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam meninggal dunia atau dibunuh?” Sesungguhnya Allah telah berfirman yang artinya: “Apakah jika dia (Muhammad) mati atau dibunuh, kalian akan murtad?” (Ali Imran: 144). Beliau sebenarnya telah diberi racun sebelum meninggalnya. Sesungguhnya dua wanita itu (Aisyah dan Hafshah) telah meminumkan racun kepada beliau sebelum meninggalnya. Maka kami menyatakan: “Sesungguhnya dua wanita dan kedua bapaknya (Abu Bakar dan Umar) adalah sejelek-jelek makhluk Allah.”

    Balas
  2. wah3x… si Mamad teringat dgn sesumbarnya dlm QS 69 itu dan dia panik sehingga tanpa sadar dia mengakui dirinya “nabi palsu” yg telah meng-ada2 perkataan awloh:

    Hadis Sahih Bukhari Volume 5, Book 59, Number 713:
    Dikisahkan oleh Aisha:
    Pada waktu sakitnya sebelum dia mati, sang Nabi sering mngatakan, “Wahai Aisha! Aku masih mrasa kesakitan krn daging yg kumakan di Khaybar, dan skarang aku mrasa urat nadiku dipotong oleh racun itu.”

    Ckckck…

    Balas
  3. [Hadist Sahih Bukhari Vol 9, Book 93, Number 579]
    Diriwayatkan oleh Abu Dharr : Nabi berkata, Jibril datang padaku dan memberi aku kabar baik bahwa siapa saja yang mati tanpa menyembah apapun selain Allah akan masuk surga. Aku bertanya (pada Jibril), “Walaupun dia mencuri, walaupun dia berzinah?” Dia menjawab, ” (Ya), “Walaupun dia mencuri, dan walaupun dia berzinah.”

    Seorang penyidik yg tajam pngamatannya tentu dpt tau dari hadist di atas kalo Muhammad adalah seorang pencuri dan pezinah.
    Saya rasa orang biasa pun yang tajam pikirannya dapat mengerti maksud saya, tanpa perlu saya jelaskan..

    Dan akhirnya, diselidiki dari fakta-fakta hidup Muhammad, akhir terbukti bahwa memang benar, Muhammad adalah pencuri dan pezinah. Istilah “pencuri” dan “pezinah” sebenarnya hanyalah bentuk penghalusan kata saja dari kata yang sebenarnya, yaitu “PERAMPOK” dan “PEMERKOSA”.

    Muhammad “Pencuri” (PERAMPOK)
    [Sirah Nabawiyah Ibnu Hisyam Jilid 1 Halaman 582]
    Ibnu Ishaq berkata, “Rasulullah SAW mendengar bahwa Abu Sufyan bin Harb tiba dari Syam bersama kafilah dagang Quraisy yang mengangkut kekayaan yang banyak sekali milik orang-orang Quraisy, dan komoditi mereka.
    Ketika Rasulullah SAW mendengar Abu Sufyan bin Harb tiba dari Syam, beliau mengajak-kaum Muslimin keluar. Rasulullah SAW bersabda ,”Inilah kafilah dagang Quraisy. Di dalamnya terdapat harta kekayaan mereka. Oleh karena itu, pergilah kalian kepada mereka! Mudah-mudahan Allah memberikan kekayaan kepada kalian”.
    Ketika mendekati Hijaz, Abu Sufyan mencari-cari informasi dan bertanya kepada musafir yang ia temui, karena ia takut mendapat serangan tidak terduga dari manusia. la mendapatkan informasi dari salah seorang musafir yang berkata kepadanya, ”Sesungguhnya Muhammad telah memobilisasi sahabat-sahabatnya untuk menyerangmu dan menyerang kafilah dagangmu,”

    [SIRAH NABAWIYAH IBNU HISYAM jilid 2 Hlm 306]
    Ibnu Ishaq berkata, “Kinanah bin Ar-Rabi’ didatangkan kepada Rasulullah SAW, karena kekayaan Bani An-Nadhir ada padanya. Beliau menanyakan kekayaan tersebut kepada Kinanah bin Ar-Rabi’, namun ia mengaku tidak mengetahui tempatnya. Setelah itu, salah seorang Yahudi didatangkan kepada Rasulullah SAW. Orang Yahudi tersebut berkata, ‘Aku pernah melihat Kinanah mengelilingi reruntuhan benteng ini setiap pagi.’ Rasulullah SAW bersabda kepada Kinanah bin Ar-Rabi’, ‘Bagaimana pendapatmu, kalau kami menemukan kekayaan tersebut kemudian kami membunuhmu?’ Kinanah bin Ar-Rabi’ menjawab, ‘Ya.’ Rasulullah SAW memerintahkan penggalian reruntuhan benteng tersebut hingga akhimya sebagian kekayaan orang-orang Khaibar dapat dikeluarkan daripadanya. Rasulullah SAW bertanya kepada Kinanah bin Ar-Rabi’ tentang kekayaan lainnya, namun ia bungkam. Rasulullah SAW bersabda kepada Az-Zubair bin Al-Awwam, ‘Siksa dia hingga engkau bisa mendapatkan apa yang ada padanya.’ Az-Zubair bin Al-Awwam menyalakan api dengan batang kayu di dada Kinanah bin Ar-Rabi’ hingga ia melihatnya, kemudian Rasulullah SAW mendorong Kinanah bin Ar-Rabi’ kepada Muhammad bin Maslamah yang kemudian memenggal kepalanya sebagai pembalasan atas kematian saudaranya yaitu Mahmud bin Maslamah.”

    dan >>

    Muhammad dan Pengikutnya adalah “Pezinah” (PEMERKOSA)
    [Sahih Bukhari: Volume 5, Book 59, Number 459]:
    Dikisahkan oleh Ibn Muhairiz:
    Aku masuk ke dalam mesjid dan melihat Abu Khudri dan lalu duduk di sebelahnya dan bertanya padanya tentang coitus interruptus (Al-Azl). Abu berkata, “Kami pergi bersama Rasul Allah untuk Ghazwa (penyerangan terhadap) Banu Mustaliq dan kami menerima tawanan2 perang diantara para tawanan perang dan kami berhasrat terhadap para wanita itu dan sukar untuk tidak melakukan hubungan seksual dan kami suka melakukan coitus interruptus (=azl, membuang sperma di luar vagina). Maka ketika kami bermaksud melakukan azl/coitus interruptus kami berkata: “Bagaimana kami dapat melakukan coitus interruptus tanpa menanyakan Rasul Allah yang ada diantara kita?” Kami bertanya padanya tentang hal ini dan dia berkata: “Lebih baik kalian tidak melakukan itu, karena jika jiwa (dalam hal ini jiwa bayi) manapun (sampai hari Kebangkitan) memang ditentukan untuk menjadi ada, maka jiwa itu pun akan ada.’”

    [Sahih Bukhari: Volume 9, Book 93, Number 506]:
    Dikisahkan oleh Abu Said Al-Khudri:
    Ketika dalam peperangan dengan Bani Al-Mustaliq, mereka (tentara Muslim) menangkap tawanan2 wanita dan ingin menyetubuhi wanita2 itu tanpa membuat mereka hamil. Maka mereka (tentara Muslim) tanya pada Nabi tentang azl/coitus interruptus …

    [Al-Waqidi vol.i, p.413]
    Seorang Yahudi berkata padaku, “Abu Said, tidak heran mengapa kau mau menjual dia (tawanan wanita) karena apa yang dikandungnya dalam perutnya adalah bayi dari kamu.” Aku berkata, “Tidak, aku melakukan ‘azl.” Mendengar ini dia menjawab (dengan kasar), “Itu hampir sama dengan pembunuhan anak!” Ketika aku sampaikan kisah ini kepada sang Nabi, dia berkata, “Orang2 Yahudi itu bohong. Orang2 Yahudi itu bohong.”

    Buku Asbabun Nuzul Imam Suyuti, Halaman 585: Sebab-sebab turunnya surat At-Tahrim
    Diriwayatkan oleh Anas: Suatu hari Rasulullah menggauli seorang budak wanita miliknya. Aisyah dan Hafshah lantas terus-menerus memperbincangkan kejadian tersebut sampai akhirnya Rasulullah menjadikan budaknya itu haram bagi diri beliau (tidak akan digauli lagi). Allah lalu menurunkan At-Tahrim ayat 1: “Hai Nabi, mengapa kamu mengharamkan apa yang Allah menghalalkannya bagimu; kamu mencari kesenangan hati istri-istrimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

    Buku Asbabun Nuzul Imam Suyuti, Halaman 586: Sebab-sebab turunnya surat At-Tahrim
    Suatu ketika, Rasulullah menggauli Maria, seorang budak wanitanya, di rumah Hafsah. Tiba-tiba Hafsah muncul dan mendapati Maria tengah bersama Rasulullah. Hafsah lalu berkata, “Wahai Rasulullah, kenapa harus di rumah saya, tidak di rumah istri-istri engkau yang lain?” Rasulullah lalu berkata, “Wahai Hafsah, mulai saat ini haram bagi saya untuk menyentuhnya kembali. Rahasiakanlah ucapan saya ini dari siapapun.” Akan tetapi ketika Hafsah keluar dan bertemu dengan Aisyah, ia lantas membocorkannya. Allah lalu menurunkan ayat 1, “Wahai Nabi! Mengapa engkau mengharamkan apa yang dihalalkan Allah bagimu demi menyenangkan hati istri-istrimu….”

    [Tafsir Maududi Q33:50] Dari empat budak ini (yaitu Raihanah, Juwairiyah, Safiyyah, dan Mariyah), Muhammad membebaskan 3 orang dan menikahinya, sedangkan dengan Mariyah dia memiliki “hubungan suami istri” atas dasar dia adalah budaknya. Dalam kasus Mariyah ini, tidak ada bukti bahwa Muhammad membebaskan dan menikahinya.

    Yahh.. bgitulah adanya, sudah saya buktikan dgn menganalisa SEJARAH HIDUPNYA, dan smuanya mengarah kpd satu ksimpulan yg pasti, bhw Muhammad emang nabi palsu.

    Balas
  4. sdr yuna ngatiem dan arie sunarya, anda berdua memang kaum munafik yg PANDAI dalam kebohongan, sayangnya anda berdua juga BODOH dalam melilih bacaan… pelajari lagi ayat2 Al qur’an dan hadist2 yg sahih agar tidak menjadi makin BODOH seperti DOMBA TAMPA PENGEMBALA di padang rumput.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s