Tentang Ayat PEDANG

Ayat PEDANG (Qs 9:5): Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah ditempat pengintaian. Jika mereka bertaubat dan mendirikan sholat dan menunaikan zakat, maka berilah kebebasan kepada mereka untuk berjalan. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi maha Penyayang.

Ayat pedang ini diturunkan Muhammad pada akhir karirnya sebagai nabi jejadian di Jazirah Arabia. Di tahun 630 M, Muhammad menaklukkan Mekah dan memberi ampun kepada semua masyarakat pagan Mekah. Tapi dua tahun kemudian, Muhammad mengirim besannya Abu Bakar (babehnya Aisyah) dan menantunya Ali untuk menyatakan bahwa masa pengampunan sudah habis dan masyarakat pagan Mekah harus memeluk Islam kalau tidak bakal dibunuh. Ayat Q 9:5, yang dikenal sebagai ayat pedang dinyatakan Muhammad guna membatalkan pengampunan apapun yang diberikan kepada kaum pagan Mekah.

Dari seluruh 114 Surah dalam Qur’an hanya Sura Al-Taubah (Sura 9) saja yang tidak didahului oleh kalimat “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang” sebab memang tiada kemurahan hati dan kasih sayang lagi dari Allah bagi orang2 yang masih menolak Islam.

Ayat 9:5 dikutip lebih sering daripada ayat2 lain sebagai pembatalan bagian2 Qur’an lain yang lebih lunak dan penuh pengampunan terhadap kaum kafirun. Dikatakan bahwa ayat ini telah membatalkan tidak kurang dari 124 ayat2 Qur’an. Pernyataan ayat itu tentang bulan2 haram berarti bahwa setelah saat tertentu di bulan2 ini, para Muslim tidak perlu menghormati bulan2 haram lainnya lagi, dan diperbolehkan melakukan penyerangan terhadap kaum yang menolak Islam di waktu kapan pun juga.

Ayat2 lunak terhadap kafirun biasanya diucapkan Muhammad ketika masih lemah dan hidup di Mekah. Di sana dia bersikap sabar dan merendah, sebab tidak punya kekuatan untuk menindas kaum pagan Quraish di Mekah. Tapi begitu sudah kuat dan punya banyak tentara, Muhammad tidak lagi bersikap lunak. Ayat2 pembatalan pun mulai ke luar dari mulutnya, antara lain adalah:

[Q 2:106] Ayat mana saja yang Kami nasakhkan, atau Kami jadikan (manusia) lupa kepadanya, Kami datangkan yang lebih baik daripadanya atau yang sebanding dengannya. Tidakkah kamu mengetahui bahwa sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu?

[Q 13:39] Allah menghapuskan apa yang Dia kehendaki dan menetapkan (apa yang Dia kehendaki), dan di sisi-Nya-lah terdapat Ummul-Kitab (Lauh mahfuzh).

[Q 16:101] Dan apabila Kami letakkan suatu ayat di tempat ayat yang lain sebagai penggantinya padahal Allah lebih mengetahui apa yang diturunkan-Nya, mereka berkata: “Sesungguhnya kamu adalah orang yang mengada-adakan saja”. Bahkan kebanyakan mereka tiada mengetahui.

Jadi Allahnya Muhammad memang bisa berubah drastis. Kalau dulu melarang memerangi kafir dan harus bersikap sabar terhadap mereka, sekarang Muslim boleh dan malah harus memerangi kafir sampai para kafir tunduk di bawah Islam, sampai semua agama adalah agama Allah (Islam) dan sampai semua mengaku bahwa Allah adalah Tuhan dan Muhammad adalah Rasul Allah. Lihat sendiri perbedaan ayat2 Mekah dan ayat2 Medinah di bawah ini. Dengan perbandingan ini tampak jelas dua wajah Islam yang bertolak belakang:
Ketika Muhammad masih di Mekah :
Ber-hati2lah dengan apa yang kau ucapkan di hadapan orang yang tak beriman; bersabarlah terhadap mereka.

[73:10] Dan bersabarlah terhadap apa yang mereka ucapkan dan jauhilah mereka dengan cara yang baik. [3, Mecca ]

Setelah Muhamad di Medina:

[2:191] Dan bunuhlah mereka di mana saja kamu jumpai mereka, dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kamu (Mekah); dan fitnah itu lebih besar bahayanya dari pembunuhan, dan janganlah kamu memerangi mereka di Masjidil Haram, kecuali jika mereka memerangi kamu di tempat itu. Jika mereka memerangi kamu (di tempat itu), maka bunuhlah mereka. Demikanlah balasan bagi orang-orang kafir. [87, Medina ]

Di Mekah:
Jangan memaksa para kafir.

[50:45] Kami lebih mengetahui tentang apa yang mereka katakan, dan kamu sekali-kali bukanlah seorang pemaksa terhadap mereka. Maka beri peringatanlah dengan Al Quran orang yang takut dengan ancaman-Ku. [34, Mecca]

Di Medinah:
Perangi kaum kafir yang ada di sekitarmu.

[9:123] Hai orang-orang yang beriman, perangilah orang-orang kafir yang di sekitar kamu itu, dan hendaklah mereka menemui kekerasan daripadamu, dan ketahuilah, bahwasanya Allah bersama orang-orang yang bertaqwa. [113, Medina]

Sebelum:
Bersabarlah terhadap kaum kafir; Allah akan menghakimi mereka.

[10:109] Dan ikutilah apa yang diwahyukan kepadamu, dan bersabarlah hingga Allah memberi keputusan dan Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya. [51, Mecca]

Sesudah:
Ketika ada kesempatan, bunuhlah kafir di mana pun kau menjumpai mereka.

[9:5] Apabila sudah habis bulan-bulan Haram itu, maka bunuhlah orang-orang musyrikin itu dimana saja kamu jumpai mereka, dan tangkaplah mereka. Kepunglah mereka dan intailah ditempat pengintaian.  [113, Medina]

Sebelum:
Berbantahlah dengan lembut dengan kaum Yahudi, Kristen dan para kafir.

[16:125] Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah [845] dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu Dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. [70, Mecca ]

Sesudah:
Bunuh kaum Yahudi dan Kristen jika mereka tidak mau memeluk Islam atau tidak mau bayar pajak Jizya.

[9:29] Perangilah orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan tidak (pula) kepada hari kemudian, dan mereka tidak mengharamkan apa yang diharamkan oleh Allah dan RasulNya dan tidak beragama dengan agama yang benar (agama Allah), (yaitu orang-orang) yang diberikan Al-Kitab kepada mereka, sampai mereka membayar jizyah dengan patuh sedang mereka dalam keadaan tunduk. [113, Medina]

Sebelum:
Setiap orang bebas mempraktekan agama apapun yang mereka miliki.

[109:6] Untukmu agamamu, dan untukkulah, agamaku. [18, Mecca]

Sesudah
Agama apapun yang berbeda dengan Islam tidak dapat diterima.

[3:85] Barangsiapa mencari agama selain agama Islam, maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu) daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orang yang rugi. [89, Medina]

Sebelum:
Muslim harus belajar dari Buku2 kaum Yahudi dan Kristen

[10:94] Maka jika kamu (Muhammad) berada dalam keragu-raguan tentang apa yang Kami turunkan kepadamu, maka tanyakanlah kepada orang-orang yang membaca kitab sebelum kamu. Sesungguhnya telah datang kebenaran kepadamu dari Tuhanmu, sebab itu janganlah sekali-kali kamu temasuk orang-orang yang ragu-ragu. [51, Mecca]

Sesudah:
Kaum Yahudi dan Kristen adalah kafir; perangi mereka.

[9:30] Orang-orang Yahudi berkata: “Uzair itu putera Allah” dan orang-orang Nasrani berkata: “Al Masih itu putera Allah”. Demikianlah itu ucapan mereka dengan mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Dilaknati Allah mereka , bagaimana mereka sampai berpaling?

Bahasa Inggrisnya berbeda dengan terjemahan bahasa Indonesia versi Departemen Agama RI:
And the Jews say: Ezra is the son of Allah, and the Christians say: The Messiah is the son of Allah. That is their saying with their mouths. They imitate the saying of those who disbelieved of old. Allah (Himself) fighteth against them. How perverse are they! [113, Medina]

Sebelum:
Jangan paksa kaum kafir masuk Islam.

[10:99: ] Dan jikalau Tuhanmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orang-orang yang beriman semuanya ? [51, Mecca]

Sesudah:
Bunuh dan salibkan kaum kafir jika mereke mengritik Islam.

[5:33] Sesungguhnya pembalasan terhadap orang-orang yang memerangi Allah dan Rasul-Nya dan membuat kerusakan di muka bumi, hanyalah mereka dibunuh atau disalib, atau dipotong tangan dan kaki mereka dengan bertimbal balik, atau dibuang dari negeri (tempat kediamannya). Yang demikian itu (sebagai) suatu penghinaan untuk mereka didunia, dan di akhirat mereka beroleh siksaan yang besar. [112, Medina]

Sebelum:
Tunjukkan kebaikan dan toleransi kepada kaum kafir.

[7:199] Jadilah engkau pema’af dan suruhlah orang mengerjakan yang ma’ruf, serta berpalinglah dari pada orang-orang yang bodoh. [39, Mecca]

Sesudah:
Kaum kafir itu kotor, jangan ijinkan mereka masuk mesjid.

[9:28] Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidilharam sesudah tahun ini. Dan jika kamu khawatir menjadi miskin, maka Allah nanti akan memberimu kekayaan kepadamu dari karuniaNya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana. [113, Medina]

Sebelum:
Maafkan para kafir.

[15:85] Dan tidaklah Kami ciptakan langit dan bumi dan apa yang ada di antara keduanya, melainkan dengan benar. Dan sesungguhnya saat (kiamat) itu pasti akan datang, maka maafkanlah (mereka) dengan cara yang baik. [54, Mecca]

Sesudah
Perangilah para kafir.

[9:73] Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah jahannam. Dan itu adalah tempat kembali yang seburuk-buruknya. [113, Medina]

Sebelum:
Jangan hina orang kafir kecuali jika menghina Allah

[6:108] Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. Kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan. [55, Mecca]

Sesudah:
Hukum para kafir dengan pakaian api, siram dengan air mendidih sampai perut dan kulitnya meleleh, cambuk dengan besi,

[22:19] Inilah dua golongan (golongan mu’min dan golongan kafir) yang bertengkar, mereka saling bertengkar mengenai Tuhan mereka. Maka orang kafir akan dibuatkan untuk mereka pakaian-pakaian dari api neraka. Disiramkan air yang sedang mendidih ke atas kepala mereka. [103, Medina]

[22:20] Dengan air itu dihancur luluhkan segala apa yang ada dalam perut mereka dan juga kulit (mereka). [103, Medina]

[22:21] Dan untuk mereka cambuk-cambuk dari besi. [103, Medina]

[22:22] Setiap kali mereka hendak ke luar dari neraka lantaran kesengsaraan mereka, niscaya mereka dikembalikan ke dalamnya. (Kepada mereka dikatakan), “Rasailah azab yang membakar ini”. [103, Medina]

Sebelum:
Jangan bertengkar dengan kaum Yahudi dan Kristen.

[29:46] Dan janganlah kamu berdebat dengan Ahli Kitab, melainkan dengan cara yang paling baik, kecuali dengan orang-orang zalim di antara mereka, dan katakanlah: “Kami telah beriman kepada (kitab-kitab) yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepadamu; Tuhan kami dan Tuhanmu adalah satu; dan kami hanya kepada-Nya berserah diri”. [85, Mecca]

Sesudah:
Kaum Yahudi dan Kristen berada dalam permusuhan terus-menerus dengan kaum Muslim

[2:137] Maka jika mereka beriman kepada apa yang kamu telah beriman kepadanya, sungguh mereka telah mendapat petunjuk; dan jika mereka berpaling, sesungguhnya mereka berada dalam permusuhan (dengan kamu). Maka Allah akan memelihara kamu dari mereka. Dan Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. [103, Medina]

Sebelum:
Berbuat baiklah dengan kaum kafir yang tidak mengganggu kaum Muslim.

[60:8] Allah tidak melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. [91, Medina ]

Sesudah:
Perangilah kaum kafir dengan sepenuh tenaga tanpa perkecualian
Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah terhadap mereka dengan Al Qur’an dengan jihad yang besar.

Bahasa Inggrisnya lebih jelas, dan tidak menulis tentang “jihad yang benar”:

[25:52] So obey not the disbelievers, but strive against them herewith with a great endeavour. [42, Mecca]

Sebelum:
Bersikap sopanlah jika bicara dengan kaum kafir.

[17:53] Dan katakanlah kepada hamha-hamba-Ku: “Hendaklah mereka mengucapkan perkataan yang lebih baik (benar). Sesungguhnya syaitan itu menimbulkan perselisihan di antara mereka. Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi manusia. [50, Mecca ]

Sesudah:
Bersikap keraslah terhadap kaum kafir.

[66:9] Hai Nabi, perangilah orang-orang kafir dan orang-orang munafik dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka adalah jahannam dan itu adalah seburuk-buruknya tempat kembali. [107, Medina]
Sebelum:
Bertoleransilah pada kaum kafir dan berdamailah dengan mereka.

[43:89] Maka berpalinglah (hai Muhammad) dari mereka dan katakanlah: “Salam (selamat tinggal).” Kelak mereka akan mengetahui (nasib mereka yang buruk).

Bahasa Inggrisnya bukan SALAM tapi DAMAI:
Then bear with them (O Muhammad) and say: Peace. But they will come to know. [63, Mecca]

Sesudah:
Jangan mengalah dengan kaum kafir; pancunglah batang leher mereka jika kau menangkapnya.

[47:4] Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir (di medan perang) maka pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka maka tawanlah mereka dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan [95, Medina]

Sebelum:
Jangan paksa kaum kafir untuk masuk Islam – hanya peringatkanlah mereka.

[50:45] Kami lebih mengetahui tentang apa yang mereka katakan, dan kamu sekali-kali bukanlah seorang pemaksa terhadap mereka. Maka beri peringatanlah dengan Al Quran orang yang takut dengan ancaman-Ku. [34, Mecca]

Sesudah:
Kaum kafir itu bodoh; ajak kaum Muslim untuk melawan mereka.

[8:65] Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mu’min untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang yang sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan seribu dari pada orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti.

Bahasa Inggrisnya bukan KAUM YANG TIDAK MENGERTI tapi KAUM YANG TIDAK PUNYA DAYA PIKIR (bodoh):
O Prophet! Exhort the believers to fight. If there be of you twenty steadfast they shall overcome two hundred, and if there be of you a hundred (steadfast) they shall overcome a thousand of those who disbelieve, because they (the disbelievers) are a folk without intelligence. [88, Medina]

Sebelum:
Bersikap ramahlah terhadap kaum kafir untuk menghilangkan kejahatan dalam hati mereka

[41:34] Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia. [62, Mecca]

Sesudah:
Muslim tidak boleh berteman dengan kaum kafir.

[3:28] Janganlah orang-orang mu’min mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mu’min. Barang siapa berbuat demikian, niscaya lepaslah ia dari pertolongan Allah, kecuali karena (siasat) memelihara diri dari sesuatu yang ditakuti dari mereka. Dan Allah memperingatkan kamu terhadap diri (siksa)-Nya. Dan hanya kepada Allah kembali (mu).

Bahasa Inggrisnya tidak menyebut WALI tapi TEMAN (FRIENDS):
Let not the believers take disbelievers for their FRIENDS in preference to believers.

Sebelum:
Kitab suci kaum kafir mirip dengan Qur’an.

[46:10] Katakanlah: “Terangkanlah kepadaku, bagaimanakah pendapatmu jika Al Qur’an itu datang dari sisi Allah, padahal kamu mengingkarinya dan seorang saksi dari Bani Israil mengakui (kebenaran) yang serupa dengan (yang tersebut dalam) Al Qur’an lalu dia beriman, sedang kamu menyombongkan diri. Sesungguhnya Allah tiada memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim”.  [66, Mecca]

Sesudah:
Teror dan pancung kaum kafir yang percaya akan kitab lain selain Qur’an.

[8:12] (Ingatlah), ketika Tuhanmu mewahyukan kepada para malaikat : “Sesungguhnya Aku bersama kamu, maka teguhkan (pendirian) orang-orang yang telah beriman”. Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka

Bahasa Inggrisnya lebih jelas:
When thy Lord inspired the angels, (saying): I am with you. So make those who believe stand firm. I will throw fear into the hearts of those who disbelieve. Then smite the necks and smite of them each finger. [88, Medina]

Sebelum:
Kaum Muslim harus memaafkan kaum kafir yang tidak percaya.

[45:14] Katakanlah kepada orang-orang yang beriman hendaklah mereka memaafkan orang-orang yang tiada takut hari-hari Allah karena Dia akan membalas sesuatu kaum terhadap apa yang telah mereka kerjakan. [65, Mecca]

Sesudah:
Kaum Muslim harus menggunakan senjata apapun untuk menteror kaum kafir.

[8:60] Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan).

Dan ini pula yang paling membingungkan:
Tidak ada paksaan untuk memasuki agama Islam; telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat

[2:256] Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. [87, Medina]

Perangi kafir sampai mereka menerima Islam.

[2:193] And fight them UNTIL persecution is no more, and religion is for Allah. But if they desist, then let there be no hostility except against wrong-doers. [87, Medina]
artinya:
Dan perangilah mereka SAMPAI tidak ada fitnah lagi, dan agama adalah untuk Allah.
FITNAH di ayat [2:193] berarti pernyataan yang menyangkal bahwa Allah adalah satu2nya tuhan yang harus disembah dan Muhammad adalah Rasul Allah.

Yang manakah yang berlaku (ayat 2:256 atau 2:193) mengingat keduanya berada dalam Surah yang sama. Tapi dengan adanya ayat pedang (9:5), kita tahu bahwa yang berlaku adalah Q 2:193.

KESIMPULAN:
Qur’an jelas menegaskan bahwa jika tiba saatnya, muslimin harus menggunakan kekerasan untuk memaksa non-muslim memeluk Islam. Para non-Muslim memiliki dua pilihan: membayar uang perlindungan yagn sangat tinggi (pajak Jizyah) atau dibunuh (dengan cara dipenggal, tentunya). Apakah yang harus dilakukan para kafirun dan murtadin menghadapi ancaman Islam ini?

4 thoughts on “Tentang Ayat PEDANG

  1. Menurut Islam, orang yg beriman adalah mereka yg percaya kpd Allah sebagai Tuhan, dan Muhammad sebagai utusan-Nya. Diluar itu orang2 disebut kafir.

    Perlakuan hukum Islam terhadap orang kafir tidak pernah sebagai sesama ciptaan Allah yang bejat bermartabat, melainkan diposisikan sebagai makhluk yg seyogyanya disingkirkan dengan kekerasan, teror, bahkan pembunuhan.
    Pada waktu islam masih lemah, mereka menyuarakan ayat2 Allah yg lembut sekali..

    “Tidak ada paksaan dalam beragama Islam”.
    “Bagi kamu agama kamu dan bagiku agamaku” (QS 2:256 dan 109:6).

    Seakan-akan islam adalah agama yg penuh kasih sayang dan amat bertoleransi dan cinta damai terhadap pemeluk-pemeluk agama non-Islam. Tetapi cepat atau lambat, begitu jml pemeluk islam mulai berkembang maka suara merekapun akan menggelegar… Segera tampak mereka tidak mampu lebih lama menyembunyikan kekerasan dan pedang yg ditujukan kepada orang2 yg dianggaap kafir.

    Namun Quran mulai mewahyukan belangnya di ayat: [QS 47:4]
    “Apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir, maka pancunglah batang leher mereka. Sehingga apabila kamu telah mengalahkan mereka maka tawanlah mereka dan sesudah itu kamu boleh membebaskan mereka atau menerima tebusan sampai perang berhenti. Demikianlah, apabila Allah menghendaki niscaya Allah akan membinasakan mereka tetapi Allah hendak menguji sebahagian kamu dengan sebahagian yg lain. Dan orang-orang yg gugur pada jalan Allah, Allah tidak akan menyia-nyiakan amal mereka”

    Thdp orang2 Nasrani, kini mereka berbalik (mengkontradiksikan dirinya sesuai dengan kontradiksi ayat Allah) dgn terang2an mengkafirkan mereka: “Sesungguhnya telah kafirlah orang2 yg berkata: “Sesungguhnya Allah ialah Al-Masih puter Maryam”, padahal Al-Masih sendiri) berkata :”Hai Bani Israel, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu” (QS 5:72,73, dll..)

    Balas
  2. Apakah anda mengerti dan memahami makna ayat quran dibawah ini..?

    “Sesungguhnya Allah dan malaikat-malaikat-Nya bershalawat untuk Nabi. Hai orang-orang yang beriman, bershalawat-lah kamu untuk Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya” (Qs.33:56).

    Pertanyaannya:
    1. Allah dan malaikatnya bershalawat kpd siapa?
    2. Pastinya ada SOSOK yg lebih berkuasa yang dimaksud dalam ayat tsb?
    3. Berarti allah/auloh islam bukanlah Tuhan Pencipta Langit dan Bumi!

    Tolong penjelasannya..

    Balas
  3. Dari seluruh 114 Surah dalam Qur’an hanya Sura Al-Taubah (Sura 9) saja yang tidak didahului oleh kalimat “Dengan menyebut nama Allah Yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang” sebab memang tiada kemurahan hati dan kasih sayang lagi dari Allah bagi orang2 yang masih menolak Islam. >>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>
    Sedikit menjalaskan min ,. knpa surat tsb tidak di dahuli dg bacaan basmallah ??/ jwban nya singkat ,. karna ayat surat at taubah tsb adlah sambungan dari ayat surah sebelum nya . wassalam .

    Balas
  4. Bayu, terduga teroris Solo remaja usia 16 tahun
    Ayu Setiyono alias Bayu Setiawan yang berhasil ditangkap hidup-hidup oleh Densus 88 di Solo, Jawa Tengah, kemarin ternyata remaja yang masih berusia 16 tahun. Bayu juga diketahui lulusan sekolah dasar (SD).

    Bayu ditangkap oleh Densus 88, setelah terjadi penggerebekan terhadap dua anggota teroris, Farhan dan Mukhsin, yang tewas tertembak di belakang Lapangan Parkir Lottte Mart, Jalan Veteran, tepatnya di Desa Tipes, Kecamatan Serengan, Kota Solo.

    “Bayu itu pas menikah berumur 15 tahun dan sekarang belum genap 16 tahun. Biasa kalau menikah umurnya dituakan. Istrinya kan janda beranak satu,” ungkap sumber merdeka.com di keluarga Bayu di Solo Sabtu (1/9) sore tadi.

    Rumah orangtua Bayu tidak jauh jaraknya dari TKP penggerebekan di belakang Lotte Mart.
    Bayu yang saat satu tahun yang lalu menikah dengan Retno Setyorini sengaja mengubah umurnya menjadi 23 tahun dan masih tinggal bersama kedua orangtuanya di Desa Tipes.

    Saat menikah, istri Bayu berstatus janda dan sudah mempunyai seorang anak yang saat ini masih berumur 6 tahun. “Sekarang anaknya masih duduk di bangku Sekolah Dasar(SD),” jelas sumber itu.

    Tidak disukai oleh lingkungan rumah sekitar orangtuanya, Bayu bersama istrinya kemudian pindah ke rumah mertuanya di Dusun Tempel, Desa Bulurejo, Kecamatan Gondangrejo, Kabupaten Karanganyar, Jateng. Dia tinggal bersama ayah mertuanya Wiji Siswo Suwito, yang sempat korban salah tangkap dan pemukulan oleh aparat Densus 88 usai penggerebekan semalam.

    Bayu dan istrinya dikenal oleh tetangga-tetangga sebagai orang yang sangat tertutup. Bayu tidak pernah ingin bergaul dengan tetangga. “Bayu orangnya tertutup dan sering melarang istrinya yang berkerudung cadar itu untuk tidak bergaul dengan tetangga-tetangga sekitar sini,” ungkap sumber itu.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s