Detail

Dlm Injil ber-kali2 diberitahu bhw: ”Aku, TUHAN, selalu berkata benar, selalu memberitakan apa yang lurus” (Yes.45:19),”Tuhan yg tidak berdusta” dan ”Allah tidak mungkin berdusta” (Titus1:2; Ibr6:18).

Tapi anehnya Allah Islam yg Maha Baik bisa menciptakan ketidak-baikan, misalnya manusia diciptakan dalam keadaan susah-payah (Qs 90:4). Karena alasan tertentu Allah juga bisa menjuluki diriNya sebagai sebesar-besar/sebaik-baik penipu daya (QS 3:54,8:30, silahkan baca bahasa dan istilah aslinya).
Dan Allah ini dengan alasan tersendiri, diam-diam menyesatkan semua orang ketika Ia menggantikan Isa Al-Masih yg hendak disalibkan itu dgn seorang Isa-Isa-an yg tidak pernah diketahui identitasnya dan alasannya.

Dengan sejumlah perbedaan hakiki antara sifat Allah Al-Quran dengan Tuhan Alkitab, maka dapat disimpulkan dengan mudah bahwa kedua Tuhan ini sungguh jauh dari sama, bak siang dengan malam.

Tidak benar seruan Nabi yg berkata: “Tuhanmu dan Tuhanku satu adanya”, yg namun kelak diralatnya sendiri menjadi: “Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yg berkata: “Sesungguhnya Allah ialah Al Masih putera Maryam” (Qs.5:72).

Pernyataan di Injil jelas bhw Yesus/Isa sama dgn Allah:

Kamu menyebut Aku (YESUS/Isa) Guru dan Tuhan, dan katamu itu tepat, sebab memang Akulah Guru dan Tuhan. (Yohanes 13:13)

Tapi Muhammad via Quran menyesatkan dgn pernyataan:
Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan: “Bahwasanya Allah salah satu dari yg tiga”, padahal sekali-kali tidak ada Ilah (yg kelak berhak disembah) selain Ilah Yang Esa. Jika mereka tidak berhenti dari apa yg mereka katakan itu, pasti orang-orang yg kafir diantara mereka akan ditimpa siksaan yg pedih. (QS. 5:73)

Di sisi lain menyatakan bhw arwah Muhammad masih menunggu Hakim yg Adil utk masuk ke Surga, hal ini umat muslim termasuk nasrani pun mempercayainya:

Kata Yesus kepadanya: “Akulah jalan dan kebenaran dan hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku. (Yohanes 14:6)

Jawab Yesus: “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, (Yohanes 11:25)

Sampai pada akhirnya karena bingung dengan pernyataan di atas, utk mempermudah penyesatan kitab2 terdahulu maka Muhammad menyisipkan pernyataan sesuai dengan Qs 6:34 “Tak ada seorangpun yang dapat mengubah kalimat-kalimat Allah.“
Tetapi bila Allah yang maha kuasa dapat menjaga wahyu Al-Quran, apakah Ia tidak berkuasa menjaga wahyu sebelumnya, yaitu kitab Injil?

Ujung2nya Al-Quran menuai kontradiksi dlm misi agama dari arab yg di ciptakan oleh mantan pedagang ini:
Yg cukup membingungkan byk pihak adalah, adanya kontradiksi antara Qs 6:34 tadi dgn Qs 2:106, “Apa saja ayat yg Kami naskahkan atau Kami jadikan lupa kepadanya, Kami datangkan yang lebih baik daripadanya atau yg sebanding dengannya.“  Jika demikian, manakah ayat berikut ini yg merupakan pesan Allah: Qs 2:256 “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam),” atau Qs 8:39 “Dan perangilah mereka supaya jangan ada (fitnah) dan supaya agama itu semata-mata bagi Allah.“?

Wassalam,
Staff Isa Al-Masih

One thought on “Detail

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s